duniafinansial, KOTA BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan pentingnya penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penggerak pemerataan ekonomi. Hal ini seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kota Bandung yang mencapai lebih dari 12 juta orang sepanjang 2025. Lonjakan wisatawan ini membuat perputaran ekonomi masyarakat meningkat signifikan, khususnya di sektor perdagangan, kuliner, jasa, dan usaha kreatif.
“Kota Bandung saat ini telah menjadi salah satu destinasi wisata utama di Indonesia. Pada tahun 2025 saja tercatat lebih dari 12 juta wisatawan berkunjung ke Kota Bandung,” ujar Farhan dalam keterangannya pada 15 Maret 2026.
Pertumbuhan kunjungan wisatawan ini mendorong sejumlah peluang baru bagi masyarakat. Banyak pelaku UMKM yang mendapatkan manfaat langsung, mulai dari penjualan kuliner khas Bandung hingga kerajinan tangan yang diminati wisatawan. Dampak positif ini terlihat jelas pada perputaran uang di sektor perdagangan, jasa, dan industri kreatif lokal.
baca juga: Tanpa Migas, Ekonomi Batam Tumbuh 6,76% pada 2025
Pemulihan Ekonomi Pascapandemi
Farhan menilai lonjakan kunjungan wisata menjadi momentum untuk memperkuat pemulihan ekonomi Kota Bandung pascapandemi Covid-19. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kota Bandung memang mengalami perkembangan positif, meskipun belum sepenuhnya pulih ke level sebelum pandemi.
Pandemi yang mulai terjadi pada Maret 2020 memberi dampak besar terhadap berbagai sektor ekonomi. Penutupan sementara Bandara Husein Sastranegara memengaruhi mobilitas wisatawan domestik dan internasional, sedangkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menyebabkan sejumlah usaha mengalami penurunan omzet yang signifikan.
Beberapa sektor masih memerlukan waktu pemulihan lebih lama. Misalnya, sektor transportasi belum sepenuhnya kembali normal, dan sektor industri pengolahan menunjukkan pertumbuhan yang relatif lambat dibandingkan sektor perdagangan dan jasa. Namun, pemerintah daerah terus mengupayakan perbaikan infrastruktur dan fasilitas publik untuk mendukung pemulihan ekonomi.
UMKM: Penggerak Utama Ekonomi Lokal
Farhan menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak harus bertumpu pada industri besar. Usaha kecil di tingkat rumah tangga pun memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi lokal. “Industri pengolahan tidak harus selalu dalam skala besar. Usaha kecil, seperti produksi makanan, pakaian, sepatu, tahu, hingga produk kerajinan, juga termasuk industri pengolahan,” ujar Farhan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas kesempatan kerja. Pemerintah Kota Bandung mendorong UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, dan memanfaatkan peluang digitalisasi agar bisa bersaing secara nasional maupun internasional.
Selain itu, pengembangan juga menjadi salah satu strategi dalam menjaga keberlanjutan ekonomi kota. Usaha kecil dan menengah dapat bertindak sebagai penopang ketika sektor industri besar menghadapi tantangan ekonomi global.
Strategi Pemerintah dalam Penguatan UMKM
Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat UMKM, baik dari sisi kapasitas produksi maupun akses pasar. Beberapa langkah strategis antara lain:
- Pelatihan dan Pendampingan: Pelaku UMKM diberikan pelatihan manajemen usaha, pengelolaan keuangan, serta strategi pemasaran digital.
- Fasilitas Infrastruktur: Pemerintah menyediakan fasilitas produksi seperti rumah produksi kolektif dan sentra kerajinan untuk meningkatkan efisiensi produksi.
- Akses Modal: Pemerintah bekerja sama dengan bank lokal dan lembaga keuangan mikro untuk memberikan kemudahan akses modal bagi UMKM.
- Promosi dan Pemasaran: Dukungan promosi dilakukan melalui pameran, festival kuliner, dan platform digital agar produk UMKM lebih dikenal luas.
Farhan menjelaskan, langkah-langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan daya saing UMKM di Kota Bandung. Dengan begitu, UMKM dapat menjadi tulang punggung ekonomi yang stabil dan berkelanjutan.
Dampak UMKM terhadap Pemerataan Ekonomi
Penguatan UMKM juga memiliki efek langsung terhadap pemerataan ekonomi. Data BPS mencatat tingkat ketimpangan ekonomi Kota Bandung berada pada angka gini rasio 0,42, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 0,44, namun masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 0,36.
“Artinya, sebagian besar sumber daya ekonomi masih dikuasai oleh kelompok masyarakat yang relatif kecil. Inilah tantangan besar yang harus kita hadapi bersama,” ujar Farhan.
Dengan pengembangan UMKM, pendapatan dan kesempatan kerja dapat lebih merata di masyarakat. UMKM yang produktif dapat menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan pendapatan rumah tangga, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pajak dan perekonomian daerah.
Contoh Sukses UMKM di Bandung
Beberapa contoh UMKM yang berkembang pesat karena dorongan wisatawan antara lain:
- Kuliner Khas Bandung: Pedagang jajanan tradisional seperti cireng, batagor, dan kue balok mengalami peningkatan omzet hingga 50 persen dibanding tahun sebelumnya.
- Kerajinan Tangan: Produsen tas anyaman, sepatu kulit, dan batik lokal mampu menembus pasar nasional, bahkan beberapa produk diekspor ke negara tetangga.
- Startup Kreatif: Beberapa startup kreatif di bidang souvenir digital dan merchandise berhasil memanfaatkan tren pariwisata Bandung, termasuk promosi melalui media sosial dan platform e-commerce.
Kesuksesan UMKM ini menunjukkan bahwa dengan strategi yang tepat, pengembangan usaha kecil mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.
Harapan Pemerintah Kota Bandung
Pemerintah Kota Bandung berharap penguatan UMKM tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperluas distribusi pendapatan agar kesejahteraan masyarakat meningkat lebih merata.
“Kami ingin semua warga Kota Bandung merasakan manfaat ekonomi dari sektor UMKM. Dengan dukungan infrastruktur, pelatihan, dan akses pasar, UMKM dapat menjadi pilar ekonomi yang kokoh dan berkelanjutan,” ujar Farhan.
Selain itu, pemerintah mendorong kolaborasi antara UMKM, komunitas kreatif, dan sektor pendidikan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inovatif dan inklusif. Langkah ini penting untuk menjamin pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang stabil dan berbasis masyarakat.
Kesimpulan
Lonjakan wisatawan di Kota Bandung telah menjadi momentum penting bagi pengembangan ekonomi lokal. UMKM menjadi penggerak utama yang dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pemerataan ekonomi.
Melalui strategi penguatan UMKM, baik dari segi pelatihan, akses modal, infrastruktur, maupun promosi, pemerintah Kota Bandung berupaya memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, UMKM diharapkan tidak hanya menjadi penggerak ekonomi saat ini, tetapi juga pilar yang menjamin keberlanjutan ekonomi Kota Bandung di masa depan.
baca juga: Kardus kemasan corrugated box tingkatkan keamanan pengiriman barang











