duniafinansial.id — Seiring berkembangnya teknologi finansial (fintech) di Indonesia, para mentor bisnis di Makassar memperkenalkan sistem arisan digital untuk UMKM. Program ini bertujuan mempermudah pelaku usaha mikro dan kecil dalam mengelola modal usaha, meningkatkan kolaborasi antarpengusaha lokal, serta memperkuat ekosistem UMKM melalui metode tradisional yang dikemas digital.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Pusat Pelatihan UMKM Makassar, dengan peserta dari berbagai sektor usaha, mulai kuliner, kerajinan tangan, hingga perdagangan daring. Mentor memberikan panduan lengkap tentang penggunaan aplikasi arisan digital, alur transaksi, serta manfaatnya dalam meningkatkan permodalan secara cepat dan aman.
Baca Juga: “Mahasiswa Jakarta Ikuti Tantangan Tabungan Digital Mingguan“
Mentor Makassar Ungkap Latar Belakang Sistem Arisan Digital
UMKM sering menghadapi kendala utama dalam permodalan, terutama bagi pelaku usaha yang baru memulai. Metode arisan tradisional selama ini menjadi alternatif populer untuk mengumpulkan modal bersama, tetapi memiliki keterbatasan:
- Waktu dan tempat pertemuan harus dijadwal secara fisik
- Transaksi manual rawan salah atau tertunda
- Sulit memonitor kontribusi anggota secara real-time
Sistem arisan digital hadir sebagai solusi modern yang mengintegrasikan konsep tradisional dengan teknologi fintech. Melalui aplikasi, peserta bisa melakukan kontribusi, memantau giliran arisan, hingga mencairkan dana secara transparan.
Menurut Hendra Prasetyo, mentor UMKM Makassar, sistem ini mampu meningkatkan efisiensi dan kepercayaan peserta arisan. “Dengan arisan digital, setiap anggota bisa melihat transaksi secara langsung, meminimalkan risiko salah paham, dan modal usaha bisa segera diputar,” ujar Hendra.
Mentor Makassar Jelaskan Fitur Unggulan Sistem Arisan Digital
Demo sistem arisan digital menekankan beberapa fitur canggih dan praktis:
1. Dashboard Transparan
- Menampilkan daftar anggota, kontribusi terkini, dan saldo arisan
- Riwayat transaksi bisa diakses kapan saja
2. Notifikasi Otomatis
- Peringatan pembayaran sebelum tanggal jatuh tempo
- Informasi siapa yang mendapat giliran arisan
3. Integrasi Dompet Digital
- Mendukung transfer antarbank dan e-wallet
- Proses pembayaran lebih cepat dan aman
4. Sistem Pengundian Digital
- Pengundian giliran arisan dilakukan otomatis oleh aplikasi
- Mengurangi risiko manipulasi atau ketidakadilan
5. Statistik dan Laporan Keuangan
- Grafik kontribusi anggota, dana yang terkumpul, dan jumlah putaran arisan
- Memudahkan perencanaan modal untuk usaha berikutnya
Mentor Makassar Tampilkan Simulasi dan Demonstrasi
Pada sesi demo, mentor menampilkan skenario nyata penggunaan sistem:
- Seorang anggota melakukan pembayaran arisan via aplikasi
- Dana terkumpul secara otomatis di saldo kelompok UMKM
- Sistem menentukan siapa yang berhak menerima arisan pada putaran itu
- Semua transaksi tercatat dan dapat diverifikasi peserta secara real-time
Hendra menjelaskan, “Konsepnya sederhana tapi efektif. Arisan tetap sosial dan kolaboratif, tapi lebih cepat dan aman. Modal usaha UMKM bisa berputar lebih cepat tanpa harus bertemu fisik.”
Mentor Makassar Ungkap Respons Peserta dan UMKM Lokal
Peserta yang hadir tampak antusias, terutama mereka yang memiliki usaha kecil dengan permodalan terbatas.
Rina Wulandari, pemilik usaha kue basah, mengatakan:
“Sistem ini memudahkan saya untuk ikut arisan tanpa harus datang ke lokasi. Modal bisa segera diputar untuk bahan baku.”
Budi Santoso, pengrajin kerajinan tangan, menambahkan:
“Transparansi arisan digital membuat saya lebih percaya. Tidak ada lagi kebingungan soal siapa yang mendapat giliran dan berapa dana yang terkumpul.”
Mentor Makassar Jelaskan Keunggulan Arisan Digital untuk UMKM
- Efisiensi Waktu dan Tenaga
Anggota tidak perlu hadir fisik, semua transaksi dilakukan melalui aplikasi. - Transparansi dan Keamanan
Setiap transaksi tercatat digital, mengurangi risiko kesalahan atau konflik antaranggota. - Perputaran Modal Lebih Cepat
UMKM bisa memutar dana lebih cepat untuk kebutuhan operasional atau pengembangan usaha. - Kemudahan Monitoring
Mentor dan anggota dapat memantau kontribusi serta saldo arisan kapan saja. - Mendorong Kolaborasi
Membantu pelaku UMKM untuk saling mendukung melalui modal bergulir dan jaringan bisnis.
Dukungan Pemerintah dan Komunitas
Program ini mendapat dukungan dari Dinas Koperasi dan UMKM Makassar serta komunitas startup fintech lokal. Beberapa langkah kolaboratif antara lain:
- Workshop penggunaan aplikasi arisan digital
- Edukasi keamanan transaksi digital untuk UMKM
- Konsultasi manajemen keuangan bagi peserta arisan
- Pembuatan modul pelatihan daring untuk mempermudah akses UMKM dari berbagai wilayah
Kolaborasi ini diharapkan mempercepat adopsi teknologi digital di kalangan UMKM Makassar dan meningkatkan literasi finansial.
Manfaat Jangka Panjang
- Peningkatan Modal Usaha
UMKM bisa mendapatkan suntikan dana secara cepat tanpa harus pinjam bank. - Peningkatan Kepercayaan Anggota
Transaksi transparan membuat anggota lebih percaya untuk berkontribusi. - Perluasan Jaringan UMKM
Arisan digital memungkinkan pelaku usaha terhubung dengan kelompok baru dan membangun kolaborasi. - Literasi Digital
Anggota belajar menggunakan aplikasi fintech, menambah keterampilan digital yang penting di era modern.
Tips Memaksimalkan Arisan Digital untuk UMKM
- Pilih aplikasi arisan yang memiliki reputasi baik dan fitur keamanan lengkap
- Tetapkan aturan kontribusi dan giliran arisan di awal
- Pantau transaksi secara rutin untuk mencegah kekeliruan
- Kombinasikan arisan dengan strategi modal usaha agar dana lebih produktif
- Libatkan anggota baru secara bertahap untuk memperluas jaringan
Kesimpulan
Sistem arisan digital untuk UMKM yang diperkenalkan mentor Makassar menghadirkan inovasi yang memadukan tradisi dan teknologi. Program ini mempermudah perputaran modal, meningkatkan transparansi, dan memperluas kolaborasi antarpelaku UMKM. Dengan adopsi arisan digital, UMKM di Makassar bisa lebih tangguh, efisien, dan siap bersaing di era digital tanpa kehilangan nilai sosial dari kegiatan arisan tradisional.
Baca Juga: “BI Malang Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Tiga Pilar Kebijakan, Digitalisasi Jadi Tantangan“











