duniafinansial.id – Di tengah meningkatnya minat generasi muda terhadap gaya hidup modern dan digital, muncul tantangan baru: bagaimana mengelola keuangan pribadi dengan bijak. Menjawab kebutuhan tersebut, startup edukasi finansial SmartMoney Manado resmi meluncurkan program “FinSmart Daily”, sebuah inisiatif untuk mengajarkan milenial cara mengatur pengeluaran harian secara efisien dan berkelanjutan.
“Kami ingin membantu anak muda memahami bahwa mengatur uang bukan berarti membatasi kebahagiaan, tetapi memastikan masa depan tetap aman,” ujar Denny Tarigan, pendiri SmartMoney Manado, dalam peluncuran di CoHub Manado Center.
Baca Juga: “Analisis Makassar Tinjau Stabilitas Rupiah Pasca Digitalisasi“
SmartMoney Manado Ajak Edukasi Finansial di Era Digital
Program FinSmart Daily muncul dari hasil survei internal SmartMoney yang menunjukkan bahwa 68% milenial di Manado tidak memiliki catatan pengeluaran rutin, sementara 52% mengaku sering kehabisan uang sebelum akhir bulan.
“Banyak yang punya penghasilan stabil, tapi tidak tahu ke mana uangnya pergi. Masalahnya bukan gaji kecil, melainkan kurang disiplin dalam pengelolaan,” jelas Denny.
SmartMoney menggunakan pendekatan berbasis aplikasi mobile dan workshop langsung di kampus serta kantor startup lokal. Peserta diajak memahami konsep dasar seperti pengeluaran tetap, dana darurat, investasi mikro, hingga strategi menghindari utang konsumtif.
Topik utama yang diajarkan dalam program:
- Menyusun anggaran harian dan mingguan dengan metode cash envelope digital.
- Mengenal rasio 50-30-20 (kebutuhan, keinginan, tabungan).
- Membedakan antara good debt dan bad debt.
- Strategi menabung dan berinvestasi dengan modal kecil.
“Kami ingin generasi muda merasa dekat dengan konsep keuangan, bukan takut terhadapnya,” tambah Denny.
SmartMoney Manado Ajak Workshop Interaktif dan Simulasi Realistik
SmartMoney Manado mengemas edukasi finansial dalam format simulasi interaktif agar tidak terasa membosankan. Dalam satu sesi pelatihan, peserta diberi skenario keuangan harian—seperti mengatur pengeluaran bulanan Rp3 juta sambil tetap bisa menabung dan berlibur.
“Kami buat simulasi seperti permainan. Mereka harus membuat keputusan cepat tapi rasional,” ujar Monica Palar, fasilitator pelatihan SmartMoney.
Peserta juga memanfaatkan aplikasi SmartTrack, buatan tim SmartMoney sendiri, untuk mencatat semua transaksi selama pelatihan. Aplikasi ini menampilkan visualisasi pengeluaran dalam bentuk grafik sederhana sehingga pengguna bisa langsung melihat di mana kebocoran anggaran terjadi.
Aktivitas utama dalam pelatihan SmartMoney:
- Expense Challenge: mencatat semua pengeluaran selama 7 hari.
- Budget Simulation: latihan mengatur keuangan dari studi kasus nyata.
- Goal Tracker: menentukan target keuangan realistis dalam sebulan.
- Saving Game: lomba menabung paling konsisten selama 14 hari.
“Kami percaya belajar finansial harus menyenangkan agar bisa jadi kebiasaan,” kata Monica.
SmartMoney Manado Dapat Dukungan dari Bank dan Komunitas Lokal
Kesuksesan SmartMoney tidak lepas dari kolaborasi dengan Bank SulutGo dan komunitas Young Entrepreneurs Manado. Bank memberikan dukungan dalam bentuk materi literasi keuangan dan akses produk tabungan digital untuk peserta.
“Kami ingin memperluas kesadaran bahwa perbankan digital bukan hanya soal transaksi, tetapi juga alat pengelolaan finansial yang cerdas,” ujar Ferdinand Jopie, perwakilan Bank SulutGo.
Selain itu, komunitas wirausaha muda turut membantu menyebarkan program ini ke berbagai coworking space dan UMKM di Manado. Mereka menilai edukasi finansial sangat penting bagi pelaku usaha muda agar bisa mengelola modal dan keuntungan secara efisien.
Kolaborasi strategis SmartMoney Manado:
- Program literasi bersama Bank SulutGo dan OJK Regional Sulawesi.
- Kelas keuangan bulanan di coworking space dan kampus.
- Pendampingan UMKM dalam pencatatan digital sederhana.
- Akses tabungan mikro otomatis untuk peserta pelatihan.
“Semua pihak punya peran dalam menciptakan ekosistem keuangan yang sehat,” kata Denny menambahkan.
Antusiasme Peserta dan Dampak Nyata
Sejak diluncurkan, program SmartMoney telah diikuti lebih dari 1.200 peserta dari berbagai kampus di Manado, seperti Universitas Sam Ratulangi dan Politeknik Negeri Manado. Banyak peserta yang mengaku mulai memiliki kebiasaan finansial baru setelah mengikuti pelatihan.
“Dulu setiap akhir bulan pasti minus. Sekarang saya bisa simpan minimal 10% gaji,” kata Grace, salah satu peserta program.
Data SmartMoney menunjukkan, 85% peserta mulai menggunakan aplikasi pencatat keuangan, dan 70% di antaranya berhasil menabung secara konsisten selama tiga bulan.
Hasil yang dirasakan peserta:
- Peningkatan disiplin mencatat pengeluaran harian.
- Pengurangan konsumsi impulsif hingga 30%.
- Munculnya kesadaran pentingnya dana darurat.
- Semangat baru untuk mulai berinvestasi kecil.
“Kami melihat perubahan nyata: dari yang tidak peduli uang, menjadi lebih bertanggung jawab,” ujar Monica.
Visi SmartMoney untuk Generasi Finansial Cerdas
Ke depan, SmartMoney Manado berencana memperluas programnya ke seluruh wilayah Sulawesi Utara dan mengembangkan platform edukasi digital yang bisa diakses secara nasional. Mereka juga akan menambahkan fitur AI financial coach yang dapat memberikan rekomendasi otomatis bagi pengguna berdasarkan perilaku pengeluaran mereka.
“Tujuan kami bukan sekadar membuat orang menabung, tapi membantu mereka membangun kebiasaan finansial sehat jangka panjang,” tutur Denny.
SmartMoney percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil, seperti mencatat pengeluaran atau menunda belanja impulsif. Dengan pendekatan ringan dan relevan bagi generasi muda, mereka ingin menciptakan ekosistem finansial yang lebih cerdas, beretika, dan berkelanjutan.
“Uang bukan hanya alat bertahan hidup, tapi juga sarana untuk menciptakan masa depan yang kita inginkan,” tutup Denny penuh semangat.
Baca Juga: “Petani Muda Rawalo Didorong Kuasai Manajemen Keuangan“











