duniafinansial.id – Dunia investasi digital di Indonesia terus berkembang. Salah satu pelopornya adalah Investify Bali, startup fintech yang kini memperkenalkan fitur terbaru bernama Auto-Diversifikasi Portofolio. Inovasi ini dirancang untuk membantu investor pemula mengelola dana secara otomatis, aman, dan efisien.
“Banyak investor baru yang bersemangat tapi belum tahu cara membagi aset dengan benar. Fitur Auto-Diversifikasi membantu mereka berinvestasi secara cerdas tanpa perlu analisis rumit,” ujar Anindya Prasetyo, CEO Investify Bali, di sela acara peluncuran di Denpasar.
Baca Juga: “FinEasy Yogyakarta Luncurkan Aplikasi AI Rencana Tabungan“
Investify Bali Perkenalkan Fitur Canggih untuk Investasi Mudah
Auto-Diversifikasi adalah sistem berbasis algoritma pintar (AI-driven) yang otomatis membagi dana pengguna ke beberapa instrumen investasi sesuai profil risiko dan tujuan finansial.
Fitur ini bisa membagi investasi ke dalam:
- Reksa dana pasar uang.
- Saham blue-chip.
- Obligasi pemerintah.
- Instrumen digital berisiko rendah.
Pengguna hanya perlu mengisi data seperti durasi investasi, toleransi risiko, dan target keuangan. Setelah itu, sistem akan menyusun portofolio otomatis — misalnya 40% reksa dana, 30% saham, 20% obligasi, dan 10% aset digital.
“Kami ingin menjadikan investasi mudah, aman, dan tetap menguntungkan,” tambah Anindya.
Fitur ini cocok bagi investor baru yang ingin memulai tanpa perlu memantau pasar setiap hari. Semua proses dilakukan otomatis dengan AI yang terus belajar dari pergerakan pasar.
Investify Bali Perkenalkan Edukasi Finansial untuk Anak Muda
Selain fitur baru, Investify Bali juga aktif mengedukasi generasi muda lewat program “Invest Smart, Live Balanced.” Program ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan menumbuhkan kesadaran pentingnya berinvestasi sejak dini.
Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain:
- Webinar edukatif bersama analis pasar lokal.
- Simulasi investasi virtual menggunakan saldo percobaan.
- Workshop “Zero to Investor” untuk mahasiswa Bali.
“Kami ingin anak muda paham bahwa investasi bukan hal menakutkan. Dengan pendekatan sederhana dan transparan, semua bisa belajar,” ujar Niken Saraswati, Head of Financial Education Investify.
Peserta mendapatkan e-book panduan investasi, video pembelajaran singkat, dan contoh strategi portofolio seimbang yang mudah diterapkan.
Aman dan Diawasi OJK
Estify Bali menegaskan bahwa seluruh aktivitas investasi di platformnya berizin resmi dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Setiap produk investasi yang tersedia telah melalui proses kurasi dan analisis risiko ketat sebelum ditawarkan kepada pengguna.
Fitur Auto-Diversifikasi kini hadir dengan sistem keamanan berlapis, mencakup:
- Pemantauan risiko otomatis berbasis AI.
- Enkripsi data 256-bit untuk melindungi transaksi dan identitas.
- Verifikasi dua langkah (2FA) guna mencegah akses tidak sah.
- Pemulihan akun cepat dengan sistem keamanan biometrik terbaru.
“Kami ingin pengguna merasa tenang saat berinvestasi. Keamanan menjadi prioritas utama dalam setiap pengembangan fitur,” ujar Anindya, perwakilan Estify Bali.
Jika pasar mengalami fluktuasi, sistem secara otomatis akan mengirim notifikasi dan memberi saran penyeimbangan portofolio sesuai profil risiko pengguna.
Selain itu, pengguna juga dapat memantau performa investasinya secara real-time melalui dashboard analitik yang mudah dipahami.
Dengan pendekatan ini, Estify Bali berharap dapat membangun kepercayaan publik terhadap investasi digital di Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi keuangan yang aman dan transparan.
Sambutan Positif dari Investor Muda
Fitur ini langsung mendapat sambutan hangat dari investor muda di Bali. Banyak pengguna baru merasa terbantu karena tidak perlu menghitung pembagian aset sendiri.
“Dulu saya bingung harus invest di mana. Sekarang cukup isi data dan sistem yang mengatur,” kata Bagus Ardi, salah satu pengguna awal Investify.
Investify juga bekerja sama dengan komunitas kampus dan coworking space di Denpasar untuk mengadakan pelatihan investasi ringan. Peserta diajak langsung mencoba simulasi portofolio dan berdiskusi dengan mentor finansial.
“Kita ingin generasi muda tidak hanya konsumtif, tapi juga produktif secara finansial,” ujar Niken.
Kolaborasi dan Ekosistem Digital Bali
Langkah Investify dianggap penting dalam membangun ekosistem ekonomi digital di Bali. Startup ini berkolaborasi dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dan sejumlah UMKM digital untuk memperluas akses investasi mikro.
Beberapa manfaat kolaborasi ini antara lain:
- Kemudahan top-up saldo investasi.
- Edukasi finansial bagi pekerja lepas dan UMKM.
- Pelatihan dasar investasi untuk pelajar.
“Kami ingin menjadikan Bali sebagai pusat inovasi keuangan digital yang inklusif,” kata Anindya.
Ke depan, Investify berencana menghadirkan fitur lanjutan seperti Smart Rebalance — sistem yang otomatis menyesuaikan portofolio sesuai tren pasar, dan Community Sharing, di mana pengguna bisa berbagi pengalaman investasi.
Menuju Masa Depan Investasi yang Cerdas
Kehadiran fitur Auto-Diversifikasi menegaskan komitmen Investify Bali untuk membuat investasi lebih mudah diakses, aman, dan transparan. Teknologi AI menjadi jembatan bagi investor pemula agar bisa memulai dengan percaya diri.
“Misi kami sederhana: investasi harus bisa dilakukan siapa saja, tanpa rumit,” ujar Anindya menutup sesi peluncuran.
Dengan kombinasi inovasi teknologi, edukasi berkelanjutan, dan semangat lokal, Investify Bali sukses membawa semangat baru bagi dunia investasi digital Indonesia — membuat masyarakat lebih siap, cerdas, dan seimbang secara finansial.
Baca Juga: “Kelurahan Mekarsari dan UI Bersinergi Dorong UMKM Lokal Naik Kelas“











