duniafinansial.id — Tren ekonomi digital di daerah kembali menunjukkan arah positif. Sejumlah ekonom Jambi memprediksi pertumbuhan ekosistem startup lokal pada 2026 akan meningkat hingga 18%, didorong oleh percepatan digitalisasi UMKM, investasi teknologi, serta meningkatnya minat generasi muda terhadap wirausaha digital.
Prediksi ini muncul setelah adanya peningkatan aktivitas bisnis berbasis aplikasi dan e-commerce di berbagai kota seperti Sungai Penuh, Muaro Jambi, dan Tebo. Menurut Dr. Satria Mahendra, ekonom Jambi dari Universitas Batanghari, geliat startup daerah menandakan pergeseran ekonomi dari sektor konvensional ke digital.
“Dulu, sektor perkebunan dan perdagangan mendominasi Jambi. Kini, banyak anak muda mulai membangun platform logistik, edukasi, dan pertanian digital. Ini menunjukkan transformasi ekonomi daerah yang sedang berjalan,” ujarnya.
Baca Juga: “BudgetLife Pekanbaru Segera Gelar Workshop Mindful Spending“
Ekonom Jambi Prediksi Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Digital
Menurut analisis ekonom Jambi, ada tiga faktor utama yang mendorong pertumbuhan startup daerah: penetrasi internet, dukungan pemerintah, dan kolaborasi antarkomunitas digital.
Tiga Katalis Utama Pertumbuhan Startup di Jambi
- Akses Internet yang Meningkat: perluasan jaringan 4G dan fiber optik hingga ke wilayah kabupaten mendorong munculnya startup baru.
- Program Inkubasi Pemerintah Daerah: seperti Jambi Digitalpreneur 2025 yang melatih 500 wirausaha muda setiap tahun.
- Ekosistem Komunitas Kreatif: kolaborasi antarmahasiswa, freelancer, dan pelaku UMKM memperkuat jaringan bisnis lokal.
Selain itu, minat investor nasional terhadap startup luar Jawa juga meningkat. Data dari IndoTech Index 2025 menunjukkan, investasi tahap awal (seed funding) di wilayah Sumatra naik 22% dibanding tahun lalu, dengan Jambi menjadi salah satu penerima terbesar.
Proyeksi Pertumbuhan Startup di Jambi 2024–2026
| Tahun | Jumlah Startup Aktif | Nilai Investasi (Rp Miliar) | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| 2024 | 84 | 92,5 | — |
| 2025 | 98 | 108,7 | +14% |
| 2026* | 116 (prediksi) | 128,5 | +18% |
*Proyeksi berdasarkan analisis Ekonom Jambi dan Dinas Perindustrian & Perdagangan Provinsi.
Dr. Satria menegaskan, pertumbuhan ini tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga berdampak terhadap penciptaan lapangan kerja baru. “Kami melihat peningkatan signifikan di sektor teknologi finansial, logistik, dan pertanian cerdas,” katanya.
Ekonom Jambi Prediksi Pemerintah Dorong Infrastruktur dan Akses Modal
Pemerintah Provinsi Jambi juga aktif mendorong pertumbuhan startup melalui penyediaan infrastruktur pendukung dan akses modal bagi pelaku muda. Dinas Kominfo bekerja sama dengan Bank Jambi meluncurkan skema Digital Business Loan (DBL) dengan bunga rendah khusus startup pemula.
Bentuk Dukungan Pemerintah
- Pusat Inkubasi Startup Daerah (PISD): wadah kolaborasi dan mentoring di Jambi Digital Park.
- Subsidi Cloud Service: bantuan biaya server dan domain untuk startup tahap awal.
- Akses ke Investor Regional: mempertemukan startup lokal dengan angel investor dan venture capital.
- Kelas Literasi Keuangan Digital: membantu pengusaha muda memahami manajemen keuangan berbasis teknologi.
Menurut Kepala Dinas Kominfo Jambi, Ir. Wibowo, langkah-langkah ini tidak hanya meningkatkan daya saing startup, tetapi juga memperkuat perekonomian digital daerah. “Kami ingin menjadikan Jambi sebagai rumah bagi inovator muda di luar Jawa,” ujarnya.
Respon Komunitas Startup Lokal
Komunitas startup di Jambi menyambut baik proyeksi optimistis ini. Banyak pengusaha muda menilai tahun 2025–2026 sebagai momentum terbaik untuk memperluas bisnis digital karena dukungan kebijakan yang semakin terbuka dan kesadaran masyarakat terhadap teknologi yang meningkat.
Suara dari Pelaku Startup Jambi
- Andini Putri, pendiri platform FarmConnect Jambi, mengatakan pelatihan digital dan koneksi investor lokal sangat membantu. “Kini kami bisa menyalurkan produk petani langsung ke restoran besar di luar provinsi.”
- Reza Arfiansyah, CEO GoSmart Tutor, menilai program pemerintah seperti DBL memberikan semangat baru. “Modal kecil tapi terukur membuat kami berani bereksperimen dengan model bisnis baru.”
- Lia Amanda, anggota komunitas Women in Tech Jambi, menyebut semakin banyak perempuan bergabung di sektor startup, terutama di bidang e-commerce dan desain digital.
Dengan kolaborasi yang kuat antara komunitas dan pemerintah, Jambi mulai menampilkan identitas baru sebagai kota inovasi regional di Sumatra bagian tengah.
Tantangan dan Solusi Ke Depan
Meski optimis, ekonom Jambi menilai ada beberapa tantangan yang perlu diantisipasi agar pertumbuhan startup tetap stabil. Tantangan terbesar adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) teknologi dan minimnya investor tahap lanjut (series funding).
Solusi yang Diusulkan
- Penguatan Pendidikan Teknologi: memperbanyak program studi digital di universitas daerah.
- Kolaborasi dengan Startup Nasional: membuka peluang transfer ilmu dan jaringan pasar.
- Fasilitasi Dana Inkubasi Lanjutan: mendorong keterlibatan BUMD dan CSR lokal sebagai investor.
- Promosi Ekosistem Digital Jambi: memperkenalkan startup lokal di ajang nasional seperti Indonesia Digital Expo 2026.
Menurut Dr. Satria, keberlanjutan pertumbuhan startup bergantung pada keseimbangan antara inovasi dan dukungan ekosistem. “Kalau dua hal ini dijaga, Jambi bisa menjadi magnet baru bagi startup di luar Jawa,” tegasnya.
Kesimpulan
Proyeksi Ekonom Jambi tentang pertumbuhan startup daerah sebesar 18% mencerminkan optimisme terhadap masa depan ekonomi digital di provinsi tersebut. Melalui dukungan pemerintah, kolaborasi komunitas, dan minat investor yang meningkat, Jambi kini berada di jalur yang tepat menuju transformasi ekonomi berbasis teknologi.
Langkah ini menandai era baru: dari kota perdagangan tradisional menjadi pusat inovasi digital yang tumbuh berkelanjutan — sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk menjadi pelaku utama ekonomi masa depan.
Baca Juga: “BRI Hadirkan Ratusan UMKM Binaan dalam Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro“











