duniafinansial.id – Dalam rangka mendukung pengembangan ekosistem pariwisata berbasis teknologi, CryptoBase Pangkal Pinang meluncurkan uji coba awal token digital Nusantara yang ditujukan untuk sektor wisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Proyek ini bertujuan memperkuat ekonomi lokal melalui teknologi blockchain, sekaligus memberi insentif bagi wisatawan dan pelaku industri pariwisata.
“Dengan token Nusantara, kami ingin menghubungkan aktivitas pariwisata—mulai dari tiket, suvenir hingga layanan lokal—ke dalam satu sistem digital yang transparan dan manfaatnya dapat dirasakan pelaku usaha dan pengunjung,” ujar Rendy Listanto, CTO CryptoBase Pangkal Pinang.
Baca Juga: “Investor Samarinda Optimis Saham Energi Hijau Terus Naik“
CryptoBase Pangkal Pinang Uji Konsep Token Nusantara untuk Pariwisata
Platform token Nusantara yang dikembangkan CryptoBase dirancang agar dapat digunakan sebagai alat transaksi dan loyalti dalam ekosistem wisata. Beberapa elemen inti proyek ini:
- Wisatawan yang melakukan pembelian tiket wisata, sewa perahu, atau menginap di homestay mitra akan mendapatkan token Nusantara sebagai reward.
- Token tersebut dapat ditukar dengan diskon, layanan eksklusif, atau belanja suvenir dari merchant lokal di Bangka Belitung.
- Blockchain yang digunakan memungkinkan pelacakan transaksi secara transparan, penyusunan data pariwisata real-time, serta pengambilan keputusan berbasis data bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.
“Ketika wisatawan menukarkan token di suvenir toko lokal, kita menggerakkan roda ekonomi—tidak hanya di titik pariwisata utama tapi juga ke UKM dan pedagang kecil,” jelas Rendy.
Dengan model ini, pusat pariwisata seperti Pulau Belitung maupun layanan wisata di Pangkal Pinang mendapatkan tambahan insentif digital yang dapat mendorong repeat visit dan loyalitas pengunjung.
CryptoBase Pangkal Pinang Uji Coba dan Kolaborasi Lokal
Pada tahap awal, uji coba token Nusantara dilakukan di dua lokasi utama: kawasan wisata Pantai Tanjung Kelayang (Belitung Timur) dan deretan homestay serta restoran sekitar pusat kota Pangkal Pinang. Mitra lokal meliputi pengelola akomodasi, penyedia aktivitas snorkeling, cafe, serta toko suvenir.
CryptoBase bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Bangka Belitung serta komunitas teknologi lokal untuk memastikan integrasi dan edukasi penggunaan token. Program-program sosialisasi termasuk:
- Pelatihan merchant tentang cara menerima dan menukarkan token.
- Workshop untuk wisatawan tentang cara mengunduh aplikasi, mengisi dompet digital, dan menggunakan token saat transaksi.
- Monitoring transaksi awal untuk evaluasi biaya, jaringan, dan pengalaman pengguna.
“Kolaborasi dengan pelaku lokal sangat penting agar teknologi ini bukan hanya inovasi semata, tapi benar-benar bermanfaat di lapangan,” kata Siti Rahayu, Kepala Seksi Promosi Dinas Pariwisata Bangka Belitung.
Potensi Manfaat dan Dampak
Implementasi token Nusantara diharapkan memberikan manfaat konkret bagi berbagai pihak:
- Pelaku usaha lokal mendapatkan aliran pendapatan baru lewat transaksi digital dan promosi token.
- Wisatawan memperoleh pengalaman lebih modern dan insentif saat berkunjung—menjadikan kunjungan ke Bangka Belitung lebih menarik.
- Pemerintah daerah memperoleh data transaksi pariwisata secara real-time yang bisa digunakan untuk perencanaan infrastruktur dan promosi destinasi.
- Ekonomi digital lokal akan tumbuh dengan munculnya merchant baru yang menerima token, serta pengembangan aplikasi dan layanan terkait.
“Dengan satu aplikasi dan token, kita bisa mengintegrasikan seluruh ekosistem pariwisata: hotel-tiket-suvenir-transportasi. Ini langkah menuju smart tourism,” ujar Rendy.
Hasil pengujian awal menunjukkan potensi pengurangan penggunaan uang tunai di kawasan wisata sekitar 15 % dan peningkatan transaksi digital di merchant mitra sekitar 25 % dalam kurun uji coba dua minggu.
Tantangan dan Strategi Ke Depan
Meski menjanjikan, implementasi ini menghadapi beberapa tantangan penting:
- Kesiapan infrastruktur digital di lokasi wisata yang terpencil atau jaringan internet yang belum optimal.
- Tingkat adopsi pengguna yang belum semua wisatawan siap menggunakan dompet digital atau token.
- Regulasi dan keamanan terkait aset digital—token harus sesuai dengan regulasi otoritas keuangan dan menyakinkan merchant/pengguna tentang legalitasnya.
- Edukasi terhadap merchant lokal agar memiliki literasi teknologi dan mampu menangani transaksi digital serta konversi token ke rupiah.
Untuk mengatasi hal tersebut, CryptoBase Pangkal Pinang merancang strategi:
- Penguatan jaringan internet di titik-wisata lewat kerja sama dengan operator telekomunikasi.
- Kampanye edukasi yang gamified—memberikan bonus token bagi pengguna baru dan merchant yang aktif.
- Sertifikasi merchant dan audit keamanan aplikasi secara berkala agar kepercayaan pengguna meningkat.
- Roadmap ekspansi ke lebih banyak titik wisata di Bangka Belitung, serta integrasi dengan transportasi dan layanan lokal.
“Kami tidak hanya meluncurkan teknologi, tapi membangun ekosistem digital tourism yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Rendy.
Visi Jangka Panjang & Ekspansi Nasional
Jika uji coba sukses, CryptoBase menargetkan untuk memperluas adopsi token Nusantara ke seluruh destinasi wisata di Indonesia—termasuk destinasi prioritas seperti Labuan Bajo, Raja Ampat, dan Lombok. Token Nusantara bisa menjadi standar nasional untuk transaksi pariwisata digital.
“Bangka Belitung adalah pilot project. Ke depan, seluruh destinasi wisata Indonesia bisa menyatu di dalam satu sistem transaksi digital yang mudah dan aman,” ujar Rendy.
Platform ini juga berpotensi terbuka bagi integrasi dengan layanan seperti tiket pesawat, paket wisata, dan penginapan agar pengguna tidak perlu berpindah aplikasi. Selain itu, analitik data yang terkumpul bisa membantu pemerintah dalam menargetkan promosi pariwisata dan menyesuaikan infrastruktur sesuai kebutuhan pengunjung.
Dengan peluncuran uji coba token Nusantara oleh CryptoBase Pangkal Pinang, pariwisata digital di Bangka Belitung memasuki era baru. Inovasi ini tak hanya soal transaksi, tetapi juga soal kolaborasi antara teknologi, ekonomi lokal, dan pengalaman pengunjung—menuju destinasi wisata yang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca Juga: “Garuda Indonesia (GIAA) Rancang Private Placement Rp23,67 Triliun untuk Perkuat Keuangan“











