duniafinansial.id — Pemerintah Kota Kupang mengambil langkah strategis untuk mempercepat digitalisasi UMKM lewat program inovatif bertajuk GoSmart. Program ini bertujuan membantu pelaku usaha mikro dan kecil agar dapat memanfaatkan teknologi dalam mengelola bisnis, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing di era digital.
“Kami ingin memastikan UMKM di Kupang tak tertinggal dalam arus ekonomi digital,” ujar Wali Kota Kupang, Maria Lobo, saat peluncuran program di Balai Kota.
GoSmart diinisiasi sebagai bentuk kolaborasi antara Dinas Koperasi dan UKM Kupang, startup teknologi lokal, serta sejumlah bank daerah.
Lewat program ini, pelaku usaha diberikan akses pelatihan digital marketing, manajemen keuangan berbasis aplikasi, dan platform jual beli daring.
Baca Juga: “FinTrack Bekasi Luncurkan Aplikasi Keuangan Pribadi Generasi Z“
Kota Kupang Dorong Digitalisasi UMKM Jadi Prioritas Daerah
Langkah ini bukan tanpa alasan.
Data Dinas Koperasi mencatat, lebih dari 65% pelaku UMKM di Kupang masih menjalankan bisnis secara konvensional, tanpa dukungan digital.
Padahal, sektor ini berkontribusi besar terhadap ekonomi kota.
“Digitalisasi bukan hanya soal jualan online, tapi cara berpikir baru dalam mengelola usaha,” jelas Andi Soe, Kepala Dinas Koperasi dan UKM.
Melalui GoSmart, pemerintah berupaya menjawab tantangan tersebut dengan membangun sistem ekosistem digital yang mudah diakses oleh semua kalangan, termasuk pelaku usaha di wilayah pinggiran.
Program ini diharapkan mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya operasional bagi para pelaku UMKM.
Kota Kupang Dorong Tiga Pilar Utama Program GoSmart
Program GoSmart dirancang dalam tiga pilar utama yang saling terhubung:
- 💡 GoLearn:
Pelatihan intensif mengenai pemasaran digital, pembuatan konten, dan manajemen toko daring. - 💳 GoPay:
Sistem pembayaran non-tunai berbasis QR dan e-wallet lokal untuk memudahkan transaksi. - 🌐 GoMarket:
Platform penjualan digital terpadu yang menghubungkan UMKM Kupang dengan konsumen nasional.
“Kami ingin pelaku UMKM bisa mengelola bisnis dari smartphone mereka sendiri,” ujar Lina Waru, Koordinator GoSmart Hub Kupang.
Dengan pendekatan bertahap ini, pelaku usaha dapat belajar sambil praktik langsung tanpa kesulitan memahami teknologi.
Kolaborasi Pemerintah Kota Kupang dan Startup Lokal
Kunci keberhasilan GoSmart terletak pada kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah daerah menggandeng beberapa startup lokal seperti KupangTech dan PayEast untuk menyediakan teknologi dan pelatihan.
Startup tersebut berperan penting dalam mengembangkan sistem yang sederhana, ringan, dan bisa diakses meski dengan koneksi internet terbatas.
“Aplikasi kami bisa dioperasikan di ponsel kelas entry-level, sehingga lebih inklusif,” ungkap Robby Hadi, CEO KupangTech.
Selain itu, bank daerah juga berpartisipasi dalam memberikan dukungan pembiayaan digital, termasuk pinjaman mikro berbasis data transaksi GoSmart.
Skema ini diharapkan membantu UMKM memperluas kapasitas produksi tanpa bunga tinggi.
Dampak Nyata bagi Pelaku UMKM
Program ini sudah mulai menunjukkan hasil positif.
Salah satu peserta, Yuliana Manu, pemilik toko makanan ringan di Oebobo, mengaku omsetnya naik setelah mengikuti pelatihan GoSmart.
“Dulu hanya jual di pasar, sekarang saya kirim ke luar Kupang lewat aplikasi. Ada pembeli dari Surabaya dan Denpasar,” katanya bangga.
Dalam waktu tiga bulan, lebih dari 2.000 UMKM terdaftar di platform GoSmart.
Sekitar 45% di antaranya berasal dari sektor kuliner dan kriya lokal seperti tenun dan kerajinan laut.
Program ini juga memperkenalkan sistem data mikro untuk membantu pemilik usaha memantau stok, transaksi, dan permintaan pasar secara real-time.
Pelatihan Berbasis Komunitas
Salah satu keunggulan GoSmart adalah metode pelatihan berbasis komunitas.
Pelatihan dilakukan langsung di kelurahan dengan dukungan relawan digital dari kampus Universitas Nusa Cendana.
“Pendampingan tatap muka membantu UMKM yang belum terbiasa dengan perangkat digital,” jelas Mikael Lau, dosen pendamping program.
Selain itu, komunitas GoSmart juga mengadakan kegiatan “Digital Saturday”, tempat pelaku usaha saling berbagi pengalaman, memperbaiki foto produk, dan belajar strategi promosi media sosial.
Format ini terbukti efektif meningkatkan partisipasi, terutama dari pelaku usaha perempuan dan lansia.
Tantangan dan Rencana Pengembangan
Meski menunjukkan kemajuan, GoSmart masih menghadapi sejumlah tantangan.
Masalah utama adalah keterbatasan jaringan internet di beberapa wilayah Kupang, serta minimnya literasi digital dasar.
Pemerintah kota berencana memperluas jangkauan program dengan membangun pusat pelatihan digital permanen di kawasan Fatululi.
Rencana tersebut mencakup fasilitas co-working space, studio foto produk, serta layanan konsultasi keuangan digital.
“Kami ingin GoSmart tidak berhenti di pelatihan, tapi jadi gerakan ekonomi digital berkelanjutan,” tegas Maria Lobo.
Pemerintah juga tengah menjajaki kerja sama dengan platform besar seperti Tokopedia dan Lazada untuk memperluas jangkauan produk lokal Kupang ke pasar nasional.
Refleksi – UMKM Kupang Menuju Ekonomi Cerdas
Program GoSmart menjadi bukti bahwa digitalisasi bukan hanya untuk kota besar.
Dengan dukungan pemerintah, startup lokal, dan komunitas, pelaku usaha kecil di Kupang kini memiliki peluang yang sama untuk tumbuh di dunia digital.
“Teknologi bukan ancaman, tapi alat agar usaha kecil bisa besar,” tutup Lina Waru.
Langkah nyata ini menandai babak baru bagi ekonomi daerah timur Indonesia — di mana inovasi lokal menjadi motor penggerak ekonomi berkelanjutan.
Baca Juga: “Periksa.id dan BNI Perbarui Kerja Sama untuk Dorong Transformasi Digital Fasilitas Kesehatan di Indonesia“











