duniafinansial.id — Di tengah meningkatnya tren konsumtif di kalangan muda, seorang influencer lokal Kendari, Alya Rahma Putri, memulai gerakan sosial digital bertajuk #HidupCerdasHemat. Kampanye ini mengajak generasi milenial dan Gen Z untuk menerapkan gaya hidup hemat dan bijak dalam mengatur keuangan pribadi.
Kampanye tersebut dimulai melalui platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Dalam setiap unggahannya, Alya membagikan tips pengelolaan keuangan sehari-hari, mulai dari cara membuat anggaran hingga strategi belanja tanpa boros.
“Anak muda sering merasa hemat berarti pelit, padahal hemat itu bentuk tanggung jawab pada diri sendiri,” ujar Alya dalam salah satu video unggulannya yang sudah ditonton lebih dari 300 ribu kali.
Baca Juga: “StockVerse Bogor Luncurkan Edukasi Hybrid Investor Pemula“
💡 Influencer Kendari Kampanyekan Membangun Kesadaran Finansial di Kalangan Muda
Gerakan ini muncul dari keprihatinan Alya terhadap kebiasaan konsumtif yang tumbuh di era digital. Berdasarkan data dari Bank Indonesia, lebih dari 60% generasi muda di Sulawesi Tenggara mengaku sering kesulitan menabung karena pengeluaran impulsif seperti nongkrong, belanja daring, dan langganan aplikasi hiburan.
Melalui kampanye #HidupCerdasHemat, Alya berusaha mengubah cara pandang anak muda terhadap pengelolaan uang.
“Kita tidak harus menolak hiburan. Tapi kita bisa menyesuaikan gaya hidup tanpa menekan diri. Kuncinya adalah prioritas,” jelas Alya.
Konten edukatif yang ia buat terdiri dari beberapa topik:
- Budgeting 50-30-20: panduan sederhana membagi penghasilan.
- Challenge 30 Hari Tanpa Impulsif: ajakan menahan pembelian tidak penting.
- DIY Financial Journal: membuat catatan keuangan kreatif dengan alat sederhana.
- Investasi Mini: mengenalkan konsep reksa dana dan tabungan emas.
📱 Influencer Kendari Kampanye Digital yang Viral dan Interaktif
Dalam waktu dua bulan, tagar #HidupCerdasHemat menjadi tren di Kendari dan beberapa kota lain di Indonesia Timur. Banyak pengguna media sosial yang mulai membagikan pengalaman mereka mengikuti tantangan hemat ala Alya.
“Saya ikut tantangan 30 hari. Awalnya sulit, tapi lama-lama jadi terbiasa mencatat pengeluaran,” tulis Rafi, seorang mahasiswa Kendari, di kolom komentar Alya.
Alya juga rutin mengadakan sesi live streaming bertema “Ngobrol Finansial Santai”. Dalam sesi ini, ia berdiskusi dengan narasumber seperti perencana keuangan dan pelaku UMKM lokal.
Setiap sesi rata-rata ditonton oleh 5.000 hingga 8.000 penonton langsung, dengan ribuan interaksi aktif dari audiens muda.
“Anak muda butuh role model yang dekat dengan mereka. Edukasi finansial tidak harus kaku,” ujar Rina Dewanti, dosen komunikasi Universitas Halu Oleo.
🏦 Dukungan dari Lembaga dan Komunitas Lokal
Keberhasilan kampanye ini menarik perhatian beberapa lembaga keuangan di Kendari. Bank daerah Sultra Mandiri Finance dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra bahkan ikut mendukung kegiatan edukatif ini.
Mereka membantu menyediakan modul literasi finansial dan simulasi perencanaan anggaran sederhana bagi pelajar SMA dan mahasiswa.
“Kampanye seperti ini membantu kami memperluas jangkauan edukasi keuangan. Alya mampu menjangkau segmen yang sulit disentuh lembaga formal,” ujar Eka Rachman, perwakilan OJK Sultra.
Selain itu, beberapa sekolah di Kendari mulai menjadikan video Alya sebagai materi pendamping kegiatan literasi finansial.
🧠 Mengubah Pola Konsumsi dan Pola Pikir
Kampanye hemat finansial ini bukan hanya soal uang, tetapi juga soal gaya hidup berkelanjutan dan mental sadar diri. Alya menekankan pentingnya mengatur keuangan sebagai cara untuk menciptakan ketenangan hidup, bukan sekadar menumpuk tabungan.
“Kalau kita bisa mengontrol pengeluaran, kita juga bisa mengontrol stres,” ujarnya dalam salah satu unggahan edukatif.
Banyak pengikut Alya mulai menerapkan kebiasaan kecil seperti membawa bekal, meminimalkan belanja daring, dan menulis jurnal pengeluaran. Menurut survei internal BrightWave Agency, pengikut Alya meningkat 45% dalam tiga bulan terakhir, seiring meningkatnya minat terhadap konten edukatif.
🌿 Dari Kampanye Digital ke Gerakan Komunitas
Melihat antusiasme publik, Alya kemudian membentuk komunitas SmartSpenders Kendari, yang kini beranggotakan lebih dari 600 orang. Komunitas ini rutin mengadakan kegiatan offline seperti kelas keuangan, diskusi publik, dan bazar barang preloved hemat.
Kegiatan tersebut disambut hangat oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Dinas Koperasi dan UMKM Kendari turut mendukung acara Smart Market Hemat Edition, yang menampilkan pelaku UMKM lokal dengan konsep konsumsi bijak dan ekonomi sirkular.
“Anak muda kini tidak malu bilang hemat. Itu tanda perubahan positif,” ujar Andi Basri, Kepala Dinas Koperasi Kendari.
🚀 Langkah Selanjutnya: Aplikasi Finansial Lokal
Untuk memperluas dampaknya, Alya tengah bekerja sama dengan startup fintech lokal dalam mengembangkan aplikasi SmartSpend, sebuah platform pencatat keuangan yang mudah digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat daerah.
Aplikasi ini akan dilengkapi fitur seperti:
- Catatan pengeluaran otomatis.
- Tantangan hemat mingguan.
- Simulasi tabungan jangka pendek.
- Ruang komunitas digital berbasis tantangan positif.
“Kami ingin gaya hidup hemat menjadi tren baru, bukan sekadar wacana,” ujar Alya optimis.
Dengan semangat kreatif dan pendekatan modern, influencer Kendari ini telah membuktikan bahwa literasi finansial bisa dikemas menarik, ringan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: “LSM Gracia Jakarta Soroti Pengelolaan APBD Samosir dan Dugaan PAD Rp7,22 Miliar Tak Dilaporkan“











