duniafinansial.id — Bekasi menjadi pusat edukasi bisnis digital setelah sejumlah pengusaha lokal mengadakan workshop bertajuk “Cara Pasarkan Makanan Ringan via Online”. Kegiatan ini ditujukan untuk mendukung UMKM agar mampu meningkatkan penjualan melalui platform digital, memanfaatkan media sosial, dan menjangkau konsumen lebih luas.
Workshop diadakan di salah satu co-working space Bekasi Timur, dihadiri puluhan pelaku usaha makanan ringan, mulai dari pemula hingga pengusaha rumahan yang ingin mengembangkan bisnis mereka. Acara ini menekankan strategi praktis yang langsung bisa diterapkan, termasuk teknik branding, foto produk menarik, hingga pengelolaan marketplace dan media sosial.
“Banyak UMKM yang sudah memiliki produk bagus, tapi kesulitan menjual karena tidak tahu strategi pemasaran digital. Kami ingin memberikan panduan langsung yang mudah dipahami,” ujar Rina Handayani, pengusaha dan mentor workshop.
Baca Juga: “Wirausaha Batam Buat Workshop Digital Marketing UMKM Praktis“
Pengusaha Bekasi Ungkap Mengapa Pemasaran Online Penting untuk UMKM
Pemasaran online kini menjadi kebutuhan utama bagi bisnis makanan ringan karena beberapa alasan:
- Menjangkau Lebih Banyak Pelanggan
Platform digital memungkinkan pelaku usaha menjual produk ke konsumen di kota lain, bahkan lintas provinsi. - Biaya Lebih Efisien
Promosi di media sosial dan marketplace relatif lebih murah dibandingkan biaya sewa kios atau iklan offline. - Data Penjualan Lebih Terukur
Analitik dari platform digital membantu pelaku usaha memahami tren pembelian dan preferensi konsumen. - Branding Lebih Mudah
Konten visual dan testimoni pelanggan online bisa meningkatkan kepercayaan dan citra merek.
“UMKM yang memanfaatkan digital marketing cenderung lebih cepat berkembang dibanding yang hanya mengandalkan penjualan offline,” tambah Rina.
Materi Workshop Pengusaha Bekasi: Strategi Pemasaran Makanan Ringan
Workshop terbagi dalam beberapa sesi agar peserta bisa memahami strategi dari dasar hingga praktik langsung:
1. Membuat Branding Produk yang Menarik
Peserta belajar menentukan nama merek, logo, kemasan, dan narasi produk agar mudah diingat konsumen. Contohnya: menggunakan warna cerah dan desain kemasan yang unik untuk makanan ringan seperti keripik, kue kering, atau snack sehat.
2. Fotografi Produk untuk Media Sosial
Praktik memotret produk menggunakan smartphone agar tampak profesional. Teknik pencahayaan, angle, dan styling makanan dibahas agar foto lebih menggugah selera.
3. Pemanfaatan Marketplace dan Aplikasi Online
Instruktur menunjukkan cara mendaftar di marketplace populer seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, serta tips optimasi judul, deskripsi, dan harga produk agar cepat ditemukan konsumen.
4. Media Sosial Marketing
Materi ini meliputi strategi konten di Instagram, Facebook, dan TikTok, termasuk:
- Membuat konten reels yang menarik
- Menggunakan hashtag relevan untuk jangkauan lebih luas
- Teknik interaksi dengan pelanggan via komentar dan DM
5. Strategi Promo dan Diskon
Peserta belajar mengatur promo harian, paket bundling, flash sale, atau kupon digital agar meningkatkan penjualan.
Pengalaman Peserta Selama Workshop Pengusaha Bekasi
Beberapa pelaku usaha makanan ringan berbagi pengalaman mereka:
- Pedagang Kue Kering Rumahan: “Sekarang saya tahu bagaimana cara mengatur foto dan deskripsi agar produk cepat laku di Shopee.”
- Pengusaha Keripik Pedas: “Tips promo bundling sangat membantu menaikkan pesanan di akhir pekan.”
- Pemilik Snack Sehat: “Saya belajar membuat konten TikTok yang menarik dan viral untuk produk saya.”
Feedback positif ini menunjukkan bahwa peserta bisa langsung mempraktikkan ilmu yang didapat untuk meningkatkan penjualan.
Pengusaha Bekasi lakukan Pendekatan Edukasi Praktis
Workshop menggunakan metode hands-on dengan beberapa sesi simulasi:
- Membuat akun dan mengunggah produk di marketplace
- Mendesain postingan Instagram dan TikTok untuk satu minggu
- Menghitung margin keuntungan untuk promo diskon
- Mengatur strategi pengiriman agar efisien dan cepat sampai pelanggan
Metode ini membuat peserta lebih percaya diri untuk menjalankan pemasaran digital sendiri.
Kolaborasi dengan UMKM dan Pemerintah
Pengusaha Bekasi juga menggandeng pihak pemerintah dan komunitas UMKM:
- Pemerintah Kota Bekasi: mendukung pelatihan dan menyediakan fasilitas ruang workshop.
- Komunitas Kuliner Lokal: menjadi mentor tambahan dan memberikan insight pengalaman nyata.
- UMKM Partner: berbagi bahan baku, tips produksi, dan strategi pengemasan efisien.
Kolaborasi ini memperkuat ekosistem UMKM agar lebih cepat beradaptasi dengan tren digital marketing.
Harapan dan Potensi Jangka Panjang
Pengusaha berharap workshop ini menjadi titik awal transformasi digital bagi UMKM makanan ringan di Bekasi. Target jangka panjang:
- Menjadikan Bekasi sebagai pusat UMKM kuliner digital.
- Membantu pelaku usaha meningkatkan omset melalui strategi online.
- Membuka peluang kolaborasi dengan e-commerce dan investor.
- Mengedukasi pelaku usaha agar lebih adaptif terhadap teknologi dan tren pasar.
“UMKM yang bisa menguasai pemasaran online akan lebih cepat berkembang dan lebih siap menghadapi kompetisi nasional,” pungkas Rina.
Kesimpulan
Pelatihan cara pasarkan makanan ringan via online di Bekasi menunjukkan bahwa edukasi digital untuk UMKM bukan hanya teori, tapi juga praktik langsung yang bisa meningkatkan omset dan jangkauan pasar. Dengan strategi branding, fotografi produk, pemanfaatan marketplace, media sosial marketing, dan kolaborasi komunitas, pengusaha lokal memberikan panduan nyata agar UMKM siap bersaing di era digital.
Baca Juga: “Erlita Dorong UMKM Rimpang Batam Perkuat Legalitas Usaha“











