duniafinansial.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa stabilitas sistem keuangan nasional Indonesia berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Ia menyampaikan hal itu usai menghadiri rapat koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa (tanggal fiktif untuk kontekstualisasi).
Menurut Purbaya, kondisi ekonomi nasional masih solid di tengah ketidakpastian global.
Ia menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia didukung oleh kebijakan fiskal yang disiplin, moneter yang adaptif, dan sistem perbankan yang kuat.
“Kinerja ekonomi kita positif. Likuiditas perbankan terjaga, inflasi terkendali, dan defisit APBN tetap dalam batas aman,” ujarnya di hadapan media.
Purbaya juga menambahkan, kunci utama keberhasilan ini adalah sinergi antar lembaga keuangan negara seperti OJK, Bank Indonesia, dan LPS.
Baca Juga: “Ahli Keuangan Sarankan Gaya Hidup Finansial Berbasis Anggaran“
KSSK Terus Perkuat Koordinasi
KSSK menjadi garda depan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Sebagai ketua KSSK, Menteri Keuangan memastikan bahwa komunikasi antar lembaga berjalan intens dan responsif terhadap setiap gejolak ekonomi global.
“Koordinasi lintas sektor menjadi alat utama menjaga daya tahan sistem keuangan nasional. Tidak boleh ada ego sektoral,” tegas Purbaya.
Ia menuturkan, KSSK secara rutin memantau kondisi pasar, perbankan, hingga lembaga keuangan non-bank.
Simulasi krisis dan evaluasi kebijakan dilakukan untuk memastikan respons cepat apabila ada potensi risiko yang muncul.
Langkah ini, kata Purbaya, merupakan bentuk kesiapan pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian global tanpa mengguncang stabilitas ekonomi domestik.
Indikator Ekonomi Menunjukkan Kestabilan
Data terbaru dari Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa indikator ekonomi utama masih dalam kondisi sehat.
- Inflasi berada di kisaran 2,8 persen (year on year), jauh di bawah batas target 4 persen.
- Pertumbuhan ekonomi tetap solid di angka 5,1 persen.
- Nilai tukar rupiah bergerak stabil meski tekanan global meningkat.
- Utang pemerintah terkendali di bawah 38 persen terhadap PDB, jauh di bawah batas aman internasional.
Selain itu, permodalan perbankan (CAR) masih tinggi di atas 26 persen, sementara rasio kredit bermasalah (NPL) tetap rendah di bawah 2,5 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem keuangan nasional masih kokoh menghadapi fluktuasi ekonomi dunia.
“Stabilitas fiskal dan moneter kita berjalan beriringan. APBN menjadi instrumen utama menjaga daya beli rakyat dan menopang pertumbuhan,” ujar Purbaya.
Kebijakan Fiskal Disiapkan Secara Adaptif
Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan fiskal pemerintah kini bersifat adaptif dan fleksibel.
APBN 2025 disusun untuk menghadapi potensi perlambatan global, dengan tetap menjaga keseimbangan antara belanja produktif dan pengendalian defisit.
Pemerintah memperkuat program perlindungan sosial, subsidi energi yang tepat sasaran, dan dukungan terhadap UMKM.
Di sisi lain, penerimaan pajak terus meningkat berkat digitalisasi sistem perpajakan dan pengawasan transaksi elektronik.
“Fiskal harus responsif terhadap perubahan global, tapi tetap disiplin agar tidak menimbulkan risiko jangka panjang,” kata Menteri Keuangan.
Waspadai Risiko Global
Meski kondisi ekonomi nasional terkendali, Purbaya mengingatkan bahwa ketidakpastian global masih menjadi ancaman serius.
Kenaikan suku bunga global, konflik geopolitik, dan penurunan permintaan ekspor dapat menekan kinerja ekonomi negara berkembang, termasuk Indonesia.
Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan strategi mitigasi risiko makro yang matang.
KSSK juga memiliki protokol darurat yang dapat diaktifkan apabila terjadi gejolak di sektor keuangan atau pasar modal.
“Risiko pasti ada, tapi kesiapan kita juga tinggi. Kita punya cadangan devisa kuat, sistem keuangan solid, dan koordinasi kebijakan yang cepat,” ungkap Purbaya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus memperkuat kerjasama dengan Bank Indonesia dan OJK untuk menjaga stabilitas rupiah dan memperkuat pasar keuangan domestik.
Dorong Digitalisasi dan Reformasi Keuangan
Dalam jangka menengah, Kementerian Keuangan akan mempercepat reformasi sistem keuangan dan memperluas digitalisasi sektor fiskal.
Langkah ini mencakup modernisasi sistem APBN, pelaporan pajak digital, serta transparansi belanja negara berbasis data real-time.
Purbaya menilai bahwa digitalisasi bukan sekadar efisiensi, tetapi juga cara memperkuat transparansi dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara.
“Kita ingin seluruh transaksi fiskal bisa dipantau secara akurat dan terbuka. Dengan begitu, setiap rupiah anggaran benar-benar sampai ke rakyat,” tegasnya.
Ia juga memastikan reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan berjalan cepat untuk mendukung visi pemerintahan yang bersih dan efisien.
Optimisme untuk Pertumbuhan yang Berkelanjutan
Meski tekanan global meningkat, Purbaya tetap optimistis bahwa ekonomi Indonesia mampu tumbuh berkelanjutan.
Ia menilai konsumsi domestik, investasi, dan ekspor nonmigas akan menjadi tiga pilar utama pertumbuhan di tahun mendatang.
Selain itu, proyek strategis nasional di bidang energi, pangan, dan infrastruktur akan terus didorong untuk memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang.
“Selama koordinasi terjaga dan kebijakan dijalankan dengan disiplin, keuangan nasional akan tetap kuat,” kata Purbaya.
Ia menegaskan bahwa stabilitas keuangan adalah prasyarat utama untuk kesejahteraan rakyat.
Dengan keuangan negara yang sehat, pemerintah bisa menjalankan program pembangunan tanpa gangguan.
Penutup: Stabilitas Adalah Fondasi Ekonomi
Purbaya Yudhi Sadewa menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa stabilitas keuangan Indonesia akan terus terjaga.
Kebijakan fiskal yang kredibel, dukungan sektor keuangan, dan pengawasan terintegrasi menjadi kunci menghadapi tahun-tahun penuh tantangan.
“Kita tidak hanya menjaga stabilitas, tapi juga membangun kepercayaan. Dengan itu, ekonomi Indonesia akan terus tumbuh kuat dan mandiri,” ujarnya.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen menjadikan stabilitas keuangan sebagai pondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: “Kapolri: 118 Kampung Bebas Narkoba“
