duniafinansial.id – Gelombang transformasi digital di Indonesia semakin kuat dengan digelarnya Festival UMKM Nasional 2025 di Jakarta Convention Center pada Kamis (30/10). Acara ini menjadi wadah penting bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan potensi besar e-commerce dalam memperluas pasar serta memperkuat daya saing di era ekonomi digital.
Festival ini digagas oleh Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) dan diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai provinsi. Para pelaku usaha mendapatkan kesempatan memamerkan produk unggulan, mengikuti pelatihan bisnis digital, dan menjalin kemitraan dengan berbagai marketplace besar seperti Tokopedia, Shopee, Blibli, serta Bukalapak.
“Festival ini bukan hanya ajang pameran, tetapi momentum untuk bertransformasi. Kami ingin memastikan UMKM Indonesia bisa naik kelas melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam sambutannya.
Baca Juga: “Warga Urban Mulai Terapkan Hidup Hemat dan Berkelanjutan“
Transformasi Digital UMKM Indonesia
Digitalisasi kini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menargetkan sedikitnya 30 juta pelaku UMKM dapat masuk ke platform digital pada 2025 sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.
Festival UMKM Nasional menghadirkan sejumlah sesi pelatihan intensif, di antaranya:
- Strategi Branding di Dunia Digital, yang mengajarkan cara membangun citra merek di media sosial.
- Optimasi Penjualan di Marketplace, dengan panduan praktis dari pelaku industri.
- Kelas Keamanan Data dan Transaksi Online, hasil kerja sama KemenkopUKM dengan Kominfo.
Selain itu, tersedia pula business matching antara pelaku usaha dan investor, serta bimbingan ekspor untuk produk unggulan seperti batik, kopi, dan kuliner khas daerah. Menurut Deputi Bidang Pemasaran KemenkopUKM, Luhur Prasojo, digitalisasi bukan hanya tentang menjual produk online, tetapi tentang membangun ekosistem ekonomi yang lebih terbuka dan inklusif.
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta
Keberhasilan transformasi digital tidak bisa dicapai sendiri. Pemerintah melibatkan berbagai pihak dari sektor swasta dan komunitas bisnis dalam mewujudkan misi besar ini.
Tokopedia dan Shopee, misalnya, membuka stan edukatif yang mengajarkan cara mengelola toko online, memahami analitik penjualan, dan menggunakan fitur promosi digital. Sementara Blibli memperkenalkan program Blibli Mitra yang membantu toko kecil menjangkau pasar nasional tanpa harus membuka cabang fisik.
Selain marketplace, sejumlah bank digital seperti BCA Digital dan Bank Jago turut berpartisipasi dengan membuka layanan konsultasi pembiayaan usaha. Mereka memberikan panduan tentang akses modal, sistem pembayaran berbasis QRIS, hingga manajemen keuangan bagi usaha kecil.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Kami ingin membantu UMKM tumbuh lewat kombinasi teknologi dan literasi finansial,” ujar Astrid Wibisono, VP Public Policy Tokopedia.
Cerita Sukses UMKM Naik Kelas
Salah satu sesi yang paling diminati dalam festival ini adalah UMKM Naik Kelas Lewat Digital. Dalam sesi tersebut, beberapa pelaku usaha lokal membagikan kisah nyata tentang bagaimana mereka mengembangkan bisnis setelah terjun ke e-commerce.
Rina Setyowati, pengrajin batik asal Pekalongan, bercerita bahwa penjualannya meningkat tiga kali lipat setelah memanfaatkan platform daring. “Dulu hanya menjual ke pasar tradisional. Setelah belajar promosi digital, produk saya kini dikirim ke luar negeri,” ujarnya.
Cerita lain datang dari Dimas Raharjo, pemilik Nusantara Brew, merek kopi asal Garut yang sukses menembus pasar Jepang melalui kolaborasi dengan platform ekspor digital. “Awalnya kami ragu, tapi setelah pelatihan e-commerce, pesanan datang dari berbagai negara,” katanya.
Kisah-kisah inspiratif ini menunjukkan bahwa dengan bimbingan yang tepat, pelaku UMKM mampu bersaing di pasar global tanpa meninggalkan identitas lokalnya.
Tantangan dan Harapan
Meski peluang digital terbuka lebar, pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan. Sebagian besar belum memiliki literasi digital yang memadai, terutama di daerah dengan infrastruktur internet terbatas.
Data KemenkopUKM mencatat, dari sekitar 65 juta pelaku UMKM di Indonesia, baru 27 juta yang aktif di platform digital. Pemerintah pun menyiapkan strategi peningkatan kapasitas, mulai dari pelatihan reguler, dukungan pembiayaan, hingga pembangunan pusat inkubasi bisnis digital di berbagai daerah.
Luhur Prasojo menekankan bahwa keberhasilan transformasi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada perubahan pola pikir. “Kita perlu membangun budaya belajar dan adaptif di kalangan pelaku UMKM. Digitalisasi bukan pilihan, tapi keharusan,” tegasnya.
Membangun Ekosistem UMKM yang Berkelanjutan
Selain menekankan digitalisasi, festival ini juga mengusung semangat keberlanjutan. Para peserta diajak menerapkan prinsip green business atau bisnis ramah lingkungan dalam aktivitas produksi dan pengemasan.
Banyak pelaku usaha mulai beralih ke kemasan ramah lingkungan, penggunaan energi hemat, serta sistem logistik rendah emisi. Langkah ini dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi digital tidak bertentangan dengan komitmen Indonesia terhadap pembangunan berkelanjutan.
“Transformasi digital dan keberlanjutan harus berjalan beriringan. Kita ingin UMKM yang tangguh sekaligus peduli lingkungan,” kata Menteri Teten Masduki.
UMKM Siap Masuki Pasar Global
Melalui berbagai pelatihan, kolaborasi, dan dukungan teknologi, Festival UMKM Nasional 2025 menjadi bukti nyata bahwa pelaku usaha lokal siap memasuki pasar global.
Data beberapa marketplace menunjukkan peningkatan signifikan transaksi produk lokal selama satu tahun terakhir. Tren ini menandakan bahwa konsumen kini lebih menghargai produk buatan tangan dan hasil karya daerah yang memiliki cerita di baliknya.
“Indonesia memiliki potensi luar biasa di sektor UMKM. Dengan digitalisasi dan semangat kolaborasi, kita bisa membawa produk lokal ke panggung dunia,” tutup Teten Masduki di akhir acara.
Dengan semangat tersebut, festival ini tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi kreatif nasional yang berbasis teknologi dan inovasi.
Baca Juga: “Komut Pertamina Patra Niaga Tinjau Operasional SPBU Sepaku“
