duniafinansial.id — Komunitas literasi keuangan BudgetLife Pekanbaru mengumumkan akan menggelar workshop bertajuk “Mindful Spending: Mengatur Uang dengan Sadar dan Seimbang” pada pertengahan November mendatang. Acara ini ditujukan bagi karyawan muda, pelajar, dan pelaku usaha kecil yang ingin mengelola keuangan pribadi secara lebih cerdas dan tenang.
Workshop ini menjadi bagian dari kampanye nasional “Hidup Finansial Sadar” yang diinisiasi oleh BudgetLife Indonesia dan telah diselenggarakan di berbagai kota besar seperti Bandung, Yogyakarta, dan Makassar. Kali ini, Pekanbaru menjadi kota keempat dengan antusiasme peserta yang tinggi — lebih dari 300 orang telah mendaftar hanya dalam dua minggu pertama pendaftaran dibuka.
“Mindful spending bukan sekadar menabung atau menghemat, tapi tentang membangun kesadaran terhadap setiap keputusan finansial,” ujar Rizky Ananda, Founder BudgetLife Pekanbaru, saat konferensi pers di coworking space The Link Hub.
Baca Juga: “Investify Bali Juga Perkenalkan Auto-Diversifikasi Portofolio“
BudgetLife Pekanbaru Dengan Konsep Mindful Spending: Uang dan Kesadaran Diri
Istilah mindful spending kini semakin populer di kalangan milenial dan Gen Z karena sejalan dengan tren hidup minimalis dan kesejahteraan mental. Melalui pendekatan ini, peserta diajak memahami hubungan antara emosi, kebiasaan belanja, dan tujuan hidup.
Tiga Pilar Utama Mindful Spending
- Sadari kebutuhan vs keinginan. Peserta dilatih untuk mengenali motivasi di balik setiap pembelian, agar tidak terjebak pada konsumsi impulsif.
- Alokasikan dana dengan tujuan jelas. Setiap pengeluaran diarahkan untuk memperkuat nilai hidup, seperti kesehatan, pendidikan, dan relasi sosial.
- Evaluasi pengeluaran secara rutin. Membuat jurnal keuangan harian untuk mengetahui pola keborosan dan peluang penghematan.
“Setiap transaksi mencerminkan cara berpikir. Dengan memahami ini, kita bisa mencapai keseimbangan finansial sekaligus mental,” tambah Rizky.
BudgetLife Pekanbaru Dengan Aktivitas Workshop dan Narasumber
Workshop BudgetLife Pekanbaru akan berlangsung selama dua hari di Hotel Pangeran Pekanbaru. Agenda acara mencakup sesi interaktif, simulasi budgeting digital, dan diskusi kelompok kecil.
Rangkaian Kegiatan Workshop
- Hari Pertama: Pengenalan konsep mindful finance dan praktik zero-based budgeting oleh pakar finansial Intan Permatasari, CFP.
- Hari Kedua: Kelas Money Emotion Management bersama psikolog klinis Dr. Maria Siregar, yang mengulas bagaimana stres memengaruhi keputusan keuangan.
- Sesi Penutup: Panel diskusi “Finansial Sehat di Era Digital” dengan pembicara dari startup dompet digital dan UMKM lokal.
Selain pembicara utama, acara ini juga akan menampilkan financial journaling booth yang mengajak peserta menulis niat pengelolaan uang secara personal. Ada pula budget challenge — tantangan selama 30 hari untuk mencatat setiap pengeluaran secara sadar melalui aplikasi BudgetLife.
Hasil Studi Awal BudgetLife Indonesia
| Kategori Pengguna | Rata-rata Pengeluaran Tak Terencana | Setelah Pelatihan Mindful Spending | Penurunan (%) |
|---|---|---|---|
| Mahasiswa | Rp 1.200.000 | Rp 850.000 | 29% |
| Karyawan muda | Rp 2.700.000 | Rp 1.950.000 | 28% |
| Freelancer | Rp 3.100.000 | Rp 2.200.000 | 29% |
Dari hasil survei nasional 2024 terhadap 1.200 peserta, metode mindful spending terbukti mampu menurunkan pengeluaran tidak terencana hampir 30%. Angka ini menunjukkan potensi besar pendidikan finansial berbasis kesadaran emosional.
Kolaborasi dengan Startup dan UMKM Lokal
Dalam pelaksanaannya, BudgetLife Pekanbaru bekerja sama dengan beberapa mitra lokal seperti DompetSehat.id dan UMKM Riau Go Digital untuk memperluas dampak program. Para peserta yang memiliki bisnis juga akan mendapat pelatihan dasar manajemen kas dan strategi pemasaran hemat biaya.
Bentuk Dukungan Mitra
- DompetSehat.id menyediakan aplikasi pencatat keuangan gratis bagi peserta.
- UMKM Riau Go Digital membantu promosi produk peserta pelatihan di marketplace lokal.
- Bank Riau Kepri Syariah memberikan sesi pembiayaan mikro tanpa bunga bagi pelaku usaha yang lolos uji perencanaan.
- Komunitas Womenpreneur Pekanbaru membuka mentorship gratis bagi perempuan pelaku usaha.
Kerja sama lintas sektor ini memperkuat misi BudgetLife untuk menjadikan Pekanbaru sebagai kota percontohan literasi keuangan berbasis nilai kesadaran dan keberlanjutan.
Respons Masyarakat dan Tren Finansial Baru
Antusiasme warga terhadap acara ini tinggi karena meningkatnya kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara gaya hidup dan stabilitas ekonomi. Banyak anak muda mulai tertarik pada konsep slow finance, yakni mengelola uang secara tenang, tanpa tekanan konsumsi berlebihan.
Menurut survei internal BudgetLife, 67% peserta muda di Pekanbaru mengaku sering membeli produk karena tekanan sosial media, sementara 72% menginginkan pendekatan finansial yang tidak membuat stres.
“Workshop ini membantu kami melihat uang bukan hanya sebagai alat beli, tapi alat kendali diri,” kata Dwi Rahayu (24), peserta pendaftar awal. “Sekarang saya lebih sadar bahwa membeli sesuatu bisa jadi keputusan emosional, bukan kebutuhan.”
Langkah Lanjutan dan Komitmen 2026
BudgetLife Pekanbaru menargetkan program Mindful Spending ini berlangsung rutin setiap triwulan, dengan pelatihan lanjutan bertema investasi sadar dan manajemen keuangan pasangan muda.
Agenda Ke Depan
- Program “Financial Pause” — sesi refleksi dan evaluasi keuangan setiap bulan.
- Peluncuran Aplikasi BudgetLife Mini Pekanbaru berbasis AI untuk analisis kebiasaan belanja.
- Pembuatan komunitas digital agar peserta dapat berbagi pengalaman dan hasil pencatatan keuangan.
- Kemitraan dengan sekolah dan kampus untuk memperkenalkan mindful finance sejak dini.
“Tujuan akhir kami sederhana,” ujar Rizky. “Kami ingin membentuk generasi yang bukan hanya pandai menghasilkan uang, tapi juga bijak menggunakan dan menghargainya.”
Dengan semangat edukatif dan kolaboratif, BudgetLife Pekanbaru membawa pesan penting bahwa kesejahteraan finansial dimulai dari kesadaran diri — bukan dari angka saldo semata.
Baca Juga: “Wali Kota Lis: Festival Dorong Pemerataan dan Tumbuhkan UMKM“
